Agar Umat Islam Tak Hanya Jadi Penonton, Erick Thohir Dorong Vokasi PesantrenPreneur di Jawa Timur

gpsindonesia.co
  • Erick Thohir saat menyaksikan seremoni pencanangan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN di Jawa Timur yang berlangsung di Pondok Pesantren Qomaruddin, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jumat (10/6/2022).
  • Sabtu, 11 Juni 2022 - 12:48 WIB | Deka

Gresik, MERDEKANEWS -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Pondok Pesantren merupakan salah satu pondasi utama kemajuan ekonomi umat.

Oleh karena itu, agar umat Islam yang mayoritas di negeri tak hanya menjadi buih, BUMN terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di ponpes yang penting bagi kemajuan
peradaban dan perekonomian Indonesia.

Hal itu dinyatakan Erick Thohir saat menyaksikan seremoni pencanangan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN di Jawa Timur yang berlangsung di Pondok Pesantren Qomaruddin, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jumat (10/6/2022).

Kegiatan berupa program bisnis terapan (Vokasi) PesantrenPreneur bagi 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur dan Bantuan untuk Masyarakat Madura tersebut melibatkan sebanyak 42 BUMN.

"Kita tidak mau umat (Islam) yang mayoritas hanya menjadi buih dalam ekonomi Indonesia, tapi kita harus menjadi ombak yang menjaga fondasi negara kita. Oleh karena ponpes sangat penting bagi perekonomian nasional, maka BUMN terus mendorong agar pendidikan di ponpes terus dikembangkan sehingga tak hanya membangkitkan ekonomi umat, tapi juga ekonomi kerakyatan," ujar Erick.

Program yang diinisiasi Kementerian BUMN ini diawali dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) PesantrenPreneur 2022 yang diikuti sebanyak 78 guru pengasuh. TOT merupakan kegiatan pelatihan bagi para guru pengasuh untuk meningkatkan kualitas hard skill sebagai bekal ilmu dan pengalaman untuk diajarkan kepada para santri di Pondok Pesantren.

Materi yang diajarkan meliputi, teknologi dan rekayasa, teknologi dan informasi, kesehatan, agrobisnis, perikanan, agroteknologi, bisnis dan manajemen serta tata rias dan tata boga.
"Saya ingin membangun kemandirian pesantren dan meningkatkan keterampilan santri agar memiliki jiwa kewirausahaan, dapat melihat peluang usaha, memanfaatkan jaringan untuk berkolaborasi, dan menerapkan teknologi berbasis digital. Diharapkan program ini menjadi salah satu jalan agar industri halal Indonesia sebagai negara muslim terbesar juga makin berkibar," lanjutnya.

Selain pelatihan, tiga BUMN yakni Semen Indonesia Group, PLN, dan Pelindo yang mewakili 31BUMN melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Nota kerjasama itu meliputi pendampingan implementasi pendidikan bisnis terapan (Vokasi) dari BUMN dan Universitas Airlangga bagi Pondok Pesantren di Jawa Timur selama satu tahun.

Sedangkan, 21 BUMN lainnya memberikan bantuan TJSL bagi masyarakat di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Sampang. Bantuan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat itu diberikan dalam bentuk sarana air bersih, renovasi dermaga rakyat, rehabilitasi mangrove, dan pengembangan 15 UMKM serta BUMDesa.

Leave a Comment