Hubla, PCG dan JCG Latihan Tanggulangi Tumpahan Minyak di Marpolex 2022

gpsindonesia.co
  • Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai bekerjasama dengan Phillippine Coast Guard (PCG) dan Japan Coast Guard (JCG) menanggulangi musibah tabrakan antara Kapal Tanker MT. PALU SIPAT milik PT. Pertamina dengan Kapal Penumpang yang menyebabkan tumpahan minyak di Perairan Makassar, Sulawesi Selatan.
  • Kamis, 26 Mei 2022 - 11:32 WIB | Deka

Makassar, GPSIndonesia -- Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai bekerjasama dengan Phillippine Coast Guard (PCG) dan Japan Coast Guard (JCG) menanggulangi musibah tabrakan antara Kapal Tanker MT. PALU SIPAT milik PT. Pertamina dengan Kapal Penumpang yang menyebabkan tumpahan minyak di Perairan Makassar, Sulawesi Selatan.

Kejadian tersebut merupakan skenario pada Gelar Latihan Bersama Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut atau yang dikenal dengan Regional Marpolex 2022 di Makassar yang telah dilaksanakan sejak Selasa (24/5) hingga besok (27/5).

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Weku Karuntu, mengungkapkan bahwa Latihan Basah yang digelar pagi ini (26/5) di Perairan Makassar dilaksanakan dengan konsep Real Situation Scenario, di mana Kapal MT. PALU SIPAT milik PT. Pertamina yang mengangkut sebanyak 1.3 juta barel minyak bertabrakan dengan Kapal Penumpang dengan 363 Penumpang dan 30 kru di sebelah tenggara Pelabuhan Makassar.

Tabrakan ini, lanjut Capt. Weku, menyebabkan kapal terbakar dan sebanyak 800 barel minyak curah tumpah ke laut. Sebanyak 6 (enam) orang kru Kapal MT. Palu Sipat juga dilaporkan hilang karena melompat ke laut.

“Pada latihan yang seolah dibuat nyata inilah kemampuan personil Coast Guard Indonesia, Filipina, dan Jepang akan diuji. Bagaimana kita dapat bekerjasama dengan baik mengatasi keadaan tanggap darurat kecelakaan dan tumpahan minyak di laut, baik dari segi mekanisme prosedur, alur komando, komunikasi, penyampaian informasi, maupun manajemen operasi,” jelas Capt. Weku.

Penggunaan konsep real-situation scenario ini, lanjut Capt. Weku, diharapkan tidak hanya dapat menguji coba kesiapsiagaan dan kecakapan personil dan peralatan dalam penanggulangan tumpahan minyak, namun juga menguji coba prosedur penanggulangan tumpahan minyak dengan melibatkan bantuan negara tetangga.

“Dalam skenario Latihan Basah pada gelar Regional Marpolex 2022 ini, personil Coast Guard Filipina dan Jepang akan bekerjasama dengan personil KPLP Indonesia untuk melaksanakan operasi SAR, pemadaman kebakaran, serta penanggulangan tumpahan minyak,” jelas Capt. Weku.

Pada gelar Regional Marpolex Tahun 2022 ini, Weku mengungkapkan, Indonesia mengerahkan sebanyak 14 (empat belas) unit kapal dan 3 (tiga) RIB (Rigid Inflatable Boat) yang berasal dari berbagai unsur, yakni:
1. KN. KALIMASADHA dari Kantor Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban;
2. KN. TRISULA dari Kantor Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok;
3. KN. GANDIWA dari Kantor Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Bitung;
4. KN. SALAWAKU dari Kantor Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tual;
5. KN. GRANTIN dari Kantor Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak
6. KN.  KAMAJAYA dari Kantor Search and Rescue (SAR) Makassar;
7. KAL. SULUHPARI II-6.60 dari TNI AL;
8. KP. BELIBIS dari Polair Makassar;
9. KN. 350 dari Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar;
10. KN. 5204 dari Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar;
11. RIB. DIS NAV dari Distrik Navigasi Makassar;
12. RIB. BASARNAS dari Kantor Search and Rescue (SAR) Makassar;
13. RIB. GRANTIN dari Kantor Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak;
14. TB. LOGINDO SERVEWELL PATRIOT 3, Special Task Force for Upstream Oil and Gas Business;
15. FB. WISNU XII, PT. PERTAMINA;
16. TB. TRANKO DARA 3204, PT. PERTAMINA;
17. MT. PALU SIPAT, PT. PERTAMINA;

“Selain itu, kita juga melibatkan Tim Medis serta Ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar,” imbuh Capt. Weku.

Adapun Coast Guard Filipina, jelas Weku, menurunkan sebanyak 4 (empat) unit Kapal, yakni BRP. TERESA MAGBANUA, BRP. GABRIELLA SILANG, BRP. MAPASCUA, dan BRP. CAPE ENGGANO. Sedangkan Coast Guard Jepang menurunkan 1 (satu) unit Kapal Patroli terbarunya, yakni PLH41 “MIZUHO”.

Capt. Weku menjelaskan, dalam skenario Latihan Basah semua kapal akan mendapatkan tugas melaksanakan kegiatan operasi, yakni Security and Surveillance yang akan dilaksanakan oleh KN. 350, KN. 5205, RIB Navigasi, KAL. SULUHPARI II, dan KP BELIBIS POLAIR. Adapun Operasi SAR akan dilaksanakan oleh RIB BASARNAS, KN. KAMAJAYA, RIB SALAWAKU, KN. SALAWAKU, serta PCG. CAPE ENGANO dan PLH41 “MIZUHO”.

Lebih lanjut, operasi Pemadaman Kebakaran akan dilaksanakan oleh FB. WISNU XII, KN. GRANTIN dan PCG BRP. MALAPASCUA. Sedangkan operasi Oil Spill Recovery akan dilaksanakan oleh TB. TRANKO DARA, TB. LOGINDO, KN. GANDIWA, TB. SEMESTA, KN. TRISULA, KN. GRANTIN, PCG. “MIZUHO”. Adapun bantuan medis akan didukung oleh Ambulans dan Tim Medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, sedangkan kegiatan Beach Clean Up didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Capt. Weku menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menunjukan keahlian dan keterampilan penanggulangan pencemaran minyak di laut dengan sebaik-baiknya sehingga dapat membawa nama bangsa Indonesia sebagai negara maritim dengan sumber daya yang andal dan profesional.

"Kami akan menunjukan kemampuan dan keterampilan personil KPLP yang professional dan berintegritas tinggi, sekaligus menunjukan keberadaan Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard) Indonesia yang cakap dan andal," tutup Capt. Weku.


Leave a Comment